Peranan Human Papilloma Virus Terhatad Bowenoid Papulosis

Peranan Human Papilloma Virus Terhatad Bowenoid Papulosis

Human Papilloma Virus

Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dapat memberikan manifestasi klinis di kulit maupun mukosa. Beberapa jenis HPV dikorelasikan dengan peningkatan risiko keganasan epitel. Berdasarkan potensi onkogenik, HPV dapat dikelompokkan menjadi tipe berisiko rendah dan tipe berisiko tinggi. Bowenoid Papulosis (BP) sangat terkait dengan HPV risiko tinggi. BP merupakan lesi papular multifokal dengan ciri histologis yang serupa dengan karsinoma sel skuamosa (SCC) in situ atau Bowen’s Disease (BD). Manifestasi klinis ditandai oleh beberapa papula berwarna kecoklatan atau eritematosa yang terletak di daerah anogenital, predileksi usia pada orang dewasa muda yang seksual aktif. HPV tipe 16 merupakan penyebab tersering BP. Prognosis BP tidak dapat diprediksi, lesi dapat bertambah parah, membaik dan bahkan resolusi secara spontan.

Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) pada genital merupakan penyebab tersering infeksi menular seksual setelah infeksi Chlamydia Trachomatis dan infeksi Neisseria Gonorrheae. HPV adalah virus double stranded deoxyriboneucloid acid (DNA). Strain HPV dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat onkogenik dan bukan onkogenik yakni: risiko rendah (bukan onkogenik) dan HPV risiko tinggi (onkogenik). Infeksi HPV memiliki manifestasi klinis yang luas antara lain veruka vulgaris (common warts), veruka filiformis,  veruka plana (plane warts), veruka plantaris (plantar warts), veruka berpigmen (pigmented warts), veruka Butcher’s (Butcher’s warts), epidermodysplasia verruciformis, focal epithelial hyperplasia (Heck’s disease), kondilomata akuminata, giant condilomata akuminata (Buschke lowenstein), bowenoid papulosis, papiloma laring (recurrent respiratory papillomatosis).

ETIOLOGI PENYAKIT BP

Etiologi dari penyakit BP adalah HPV-16 (HPV risiko tinggi) yang merupakan penyebab tersering dari BP. Peranan Human Papilloma Virus terhadap Bowenoid Papulosis seringkali multipel, asimtomatik, didapatkan pada genitalia eksterna pria dan wanita. BP dapat menjadi prekursor kanker penis dan kanker vulva. Kelainan ini seringkali asimtomatis. BP merupakan penyakit dengan manifestasi klinis papul atau plak yang menyerupai veruka, jumlah bisa soliter atau multipel, dengan gambaran histopatologi berupa displasia epidermal menyeluruh, menyerupai Bowen disease (BD). Prevalensi BP lebih banyak pada laki-laki, tidak terdapat laporan predisposisi terhadap ras tertentu, lebih sering diderita pada usia seksual aktif, dengan usia rata-rata 31 tahun. BP sering dikaitkan dengan penyakit infeksi menular seksual.Bowenoid papulosis (BP) disebabkan oleh HPV. Berbagai serotipe HPV teridentifikasi menjadi penyebab BP yakni,  HPV tipe 16, 18, 31, 33, 34, 35, 39, 42, 53, 54 dan 55. Etiologi BP memiliki korelasi yang kuat terhadap HPV tipe 16.

Terdapat dua kelompok HPV yaitu HPV risiko tinggi dan HPV risiko rendah. HPV risiko rendah terdiri dari tipe 6, 11, 40, 42, 43, 44, 54, 61, 70, 72, 81. Infeksi HPV risiko rendah contohnya tipe 6 dan 11 menyebabkan benign vulvar disorder dan lowgrade squamous intraepithelial lesions.HPV risiko tinggi (tipe 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, 68, 73, 82) dihubungkan dengan perkembangan kanker. Berbeda dengan infeksi HPV risiko rendah, infeksi yang persisten dari HPV risiko tinggi seperti tipe 16,18, dan 33 dapat menyebabkan high grade squamous intraepithelial neoplasia. Infeksi HPV di genital ditularkan terutama melalui kontak seksual. Sel basal merupakan tempat pertama terjadinya infeksi HPV. HPV dapat menimbulkan infeksi apabila mencapai epitel yang berdiferensiasi. HPV risiko rendah akan  terpisah dari DNA sel inang dan akan terjadi replikasi bebas, sebaliknya HPV risiko tinggi akan menggabungkan DNA mereka langsung ke host. Hal itu merupakan mekanisme utama dalam perkembangan dan progresifitas terjadinya kanker.

DIAGNOSIS BP

Diagnosis dari BP dapat ditunjang dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Bowenoid Papulosis sering asimtomatis, pasien sering tidak ada keluhan, tidak ada nyeri, dan tidak ada gatal. Penyakit ini sering dihubungkan dengan penyakit menular seksual, salah satu faktor risikonya adalah usia aktif, yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu. Diagnosis didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik, serta serologi sifilis {venereal disease research laboratory (VDRL) dan treponema pallidum particle agglutination assay (TPHA)} dan histopatologi.Pada pemeriksaan fisik bisa didapatkan papul dengan permukaan yang lebih halus dibandingkan lesi pada veruka, ukuran dari 2 mm – 20 mm, berwarna  (merah muda, merah muda – keunguan, merah, coklat, coklat kehitaman, atau berwarna menyerupai daging) dan asimtomatik.

DIAGNOSIS BANDING BP

Diagnosis banding dari BP antara lain liken planus, seboroik keratosis, moluskum kontagiosum, dan nevus, serta harus disingkirkan adanya kondiloma lata. Kondiloma lata merupakan manifestasi sifilis sekunder, memberikan efloresensi berupa papul, atau plak berwarna kemerahan, halus dan basah. Lesi sering bersifat asimpomatis, dan jarang terdapat keluhan nyeri.  Tempat predileksi di daerah anogenital. Modalitas terapi pada BP lebih sering bersifat destruktif atau ablatif lokal. Pembedahan eksisi, elektrokoagulasi, dan krioterapi merupakan terapi yang efektif untuk kelainan ini. Imunomodulator dapat memperpanjang periode remisi lesi. Agen imunomodulator termasuk imiquimod 5% dan interferon. Pemberian interferon dapat menurunkan tingkat kekambuhan dengan mengurangi transkripsi onkogen RNA virus E6 dan E7.

PROGNOSIS BP

Pasien dengan usia muda cenderung regresi spontan namun membutuhkan waktu selama berbulan-bulan. Pasien dengan usia lebih tua atau immunocompromised  dapat memiliki lesi ini bertahun-tahun, dan bisa tidak mengalami regresi spontan. Pasien BP harus diberikan edukasi mengenai perjalanan penyakitnya yang memiliki angka rekurensi tinggi, dapat berkembang menjadi keganasan, dan dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Lesi BP pada serviks sering dihubungkan dengan peningkatan kejadian hapusan servikal yang abnormal. Sehingga pemeriksaan serial tahunan direkomendasikan untuk mengetahui kemungkinan kekambuhan dan tanda tanda keganasan di serviks.   BP adalah penyakit yang disebabkan infeksi HPV, HPV-16 (HPV risiko tinggi) telah teridentifikasi menjadi penyebab tersering. Manifestasi klinis tampak sebagai papula berukuran 2-3 mm, seringkali multipel, tidak nyeri, dan predileksi di area genitalia. Pemeriksaan histopatologi bisa didapatkan sel-sel atipik pada sebagian atau hingga keseluruhan lapisan epidermal yang sulit dibedakan dengan Bowen Disease. Pembedahan eksisi, elektrokoagulasi, dan krioterapi merupakan terapi yang efektif untuk kelainan ini.